Tips Berkomunikasi Dengan Baik

Ini dia beberapa hal yang harus lu perhatiin untuk dapat menciptakan komunikasi yang baik dengan orang lain :

1. Yang paling utama yang harus lu lakuin adalah memulainya. Gak pernah deh ada yang namanya komunikasi yang baik tanpa pernah ada permulaannya. Banyak orang yang mungkin lebih banyak tahu teori tentang bagaimana sih komunikasi yang baik, apa yang harus dilakukan, apa yang dibicarakan, apa yang harus direncanakan, tapi ga pernah mau mulai, ya akhirnya percuma atuh… =), nah yang gua pengen sampein di sini adalah, ayo kita mulai, walaupun dengan tergopoh-gopoh dan banyak melakukan kesalahan, tetapi terima kesalahan itu dengan lapang dada.

Belajar komunikasi itu kayak belajar naek sepeda, pertama-tama emang suuuusaaaah banget, tapi setelah bisa naek sepeda, kayaknya kita nggak mikir lagi tuh bagaimana mengayuh, bagaimana mengerem, bagaimana ngasih lampu sen (itu kalo ada). Yang kita pikirin waktu naik sepeda adalah kita ingin maju ke depan (kecuali kita pengen mundur) dan seluruh badan kita bekerja sama secara otomatis untuk dapat membuat badan dan sepeda kita bergerak. Replek lah kalo kata orang betawi… ^_^

Komunikasi pun begitu, setelah kita mampu menguasai prinsipnya, maka kita gak akan mikir apa yang akan kita lakukan secara detil, tapi kesemuanya berjalan secara harmonis dan tetep.. replek. Kita nantinya akan fokus untuk berusaha menyampaikan apa yang ada di pikiran kita ke orang lain agar orang lain dapat memahami sesuai yang kita pahami, itu toh alasan utama dari komunikasi.

Jadi, keep trying and practice, gak usah mikir yang macem-macem, langsung omongin aja yang ada di kepala. (Tapi jangan mikirin ragunan atau taman safari ya waktu bicara, nanti yang ada di kepala nama-nama hewan lagi… =P)

Untuk memulai bisa cukup dengan salam dan berbasa basi sedikit dengan menanyakan bagaimana kabarnya, baru setelah itu rasakan deh, kita akan lebih mudah untuk memikirkan apa yang akan kita ucapkan.

2. Bicara itu seperti berdagang. Kata siapa pekerjaan berdagang atau salesman adalah pekerjaan yang rendahan, padahal setiap keseharian kita adalah pekerjaan menawarkan barang ke orang lain dengan imbalan tertentu yang kita harapkan. Kata siapa kita gak boleh pamrih, sebenarnya kita bisa aja pamrih, dalam pemahaman kita melakukan sesuatu karena ada tujuan yang ingin kita capai atau dapatkan. Percuma dong kita melakukan sesuatu tanpa ada tujuannya dan kita gak dapetin apa yang kita harapkan untuk dapatkan, jadi pamrih itu oke, asal yang kita inginkan itu bukan hal yang dibenci Allah atau diharamkan.

Kalo kita menolong orang mungkin suka ada pikiran kita mungkin suatu hari akan ditimpa masalah dan kita harapkan orang lain menolong kita, ya itulah investasi, itulah berdagang, dengan mengharapkan balasan yang minimal setimpal, kalau bisa bahkan lebih.

Bicara pun begitu, ada hal yang ingin kita berikan ke orang lain, yaitu informasi yang terkandung dalam ucapan kita. Dan sebagai bayaran atau balasannya, kita ingin orang lain mengerti dengan apa yang kita sampaikan dan dapat pula memberikan respon yang sesuai dengan yang kita harapkan. Dengan fokus pada apa yang akan kita sampaikan, pikiran kita pun akan lebih terarah dan gak sempet memikirkan hal lain yang dapat mengganggu konsentrasi kita.

3. Cari perbincangan yang ringan, gak usah deh ngebahas hal yang berat-berat, kita bisa mulai perbincangan dengan sedikit bercanda, misalnya “Hari ini cerah banget ya, berarti perkiraan cuaca tadi malam salah tuh, hehe…” Orang lain pasti seneng untuk kalo kita bicarakan hal yang menyenangkan hati, bayangin aja kalo lu ngomong ama orang lain dan orang lain itu ngomongnya hal sedih mulu, kayak “eh, hari ini kok ngeselin ya, gak ada angkot, di mana-mana demo, padahal kan hari minggu, waktunya istrahat, heh, kapan bisa fun-nya nih =( “, semakin lengkap lagi kalau dia ucapin hal itu di awal hari, suram deh jadinya hari kita. hehe….

Mending kita mulai hari kita dengan membicarakan hal yang positif dengan orang lain, mulai juga dengan senyum dan bercanda sedikit agar bisa menambah kedekatan kita dengan lawan bicara. Nabi Muhammad SAW sendiri bilang kalo senyum itu ibadah, waduh, berarti selain kita menyenangkan orang lain, kita juga bakal dapet pahala tuh, asiik.

Tapi hati-hati juga jangan sampai kita gak sensitif dengan orang lain, jangan bercanda terlalu banyak, dan terlalu besar tertawa kita, mungkin nanti malah mengganggu. Yaah, sewajarnya aja lah, kira-kira sendiri =P. Trus juga liat kondisi, kalo emang sekitar kita lagi serius, tentu gak baek kan kita becanda sendiri, senyum ringan saja cukup. Kalo temen kita juga lagi down banget, hati-hati dengan apa yang kita ucapin, jangan sampe bikin dia lebih sedih, jangan sampe kita becanda tentang hal yang lagi dia sedihin, misalnya temen kita lagi sedih tentang kematian ibunya, eh kita malah becanda tentang kisah ibu bodoh yang lucu deh pokoknya. Lucu sih lucu tapi temen kita jadi inget lagi ama yang dia sedihin, nah kalo gini kita mendingan gak usah banyak bicara, cukup temenin dia aja dan beri semangat dengan senyum.. ^_^V

4. Perbanyaklah mendengar. Mungkin ada yang pernah denger teka-teki kenapa Allah menciptakan manusia dengan dua tangan, dua mata, dua telinga, namun hanya satu mulut. Padahal banyak orang yang selama ini lebih banyak menggunakan mulut ketimbang yang lain, baik untuk makan, bicara, gigit kuku, atau yang lainnya, kenapa gak ada dua mulut ajah, biar nanti kalo mulut yang satu capek bisa digantiin dengan mulut yang satunya?

Nah kemungkinan salah satu jawaban yang masuk akal adalah Allah menginginkan kita untuk dapat melihat, mendengar dan berbuat lebih banyak. Gak usah lah banyak omong yang gak penting. Kita harus dapat memahami dengan baik hal-hal penting yang ada disekitar kita.

Saat berkomunikasi dengan orang lain, jadilah yang utama pendengar yang baik, pasti orang bakalan memuji kita akan kemampuan kita yang selalu sabar mendengar. Gak usah kita motong-motong omongan orang, denger aja dulu apa yang dia ucapin, setelah kira-kira dia udah selesai ngomong, baru deh kita nimpalin.

Terutama bila kita bicara dengan wanita, nah kita bakalan diserbu oleh kata-kata yang jumlah perdetiknya bisa ratusan… waduh, itu sih yang gua dapetin dari buku, katanya kapasitas kata perhari yang bisa diucapkan oleh wanita sekitar 20.000 kata, dibanding laki-laki yang hanya 7000 kata, mah gak ada apa-apanya. Makanya kalo kita nih laki-laki ketemuan, terus melakukan sesuatu bersama-sama kita biasanya bisa banget tuh diem-dieman sampe semuanya selesai, dibanding cewe yang kalo melakukan sesuatu gak bisa berenti ngomong, liatin aja ibu-ibu yang suka ngegosip sambil melakukan banyak hal. Makanya laki-laki sering bilang cewek itu cerewet, karena terus bicara saat dia sudah kehabisan stok kata-kata yang hanya 7000 itu. So, cobalah untuk mendengar, usahakan dari hati, agar nanti lawan bicara kita juga akan mendengar dari hati. =)

Nah, bagaimana misalnya kalau lawan bicara kita itu pendiam? Yang kita lakuin itu bisa dimulai dengan menanyakan hal yang sudah jelas dan singkat jawabannya, misalnya “Hari ini katanya ada demo dukung RUU anti ponografi ya?”, nah kan dijawab “ya” atau “gak tahu tuh”. Trus kita tanya lagi kalau iya, “gak ikut?” sambil ketawa kecil gitu, nanti dia bakal senyum dan menjawab, “gak, lagi agak sibuk”, atau jawaban sejenisnya, dengan begitu, kita sudah dapat mengambil sedikit hatinya dan membuat dia bicara lebih banyak. Setelahnya kita bisa lihat dari jawabannya, kalo dia tertarik mungkin dia akan bicara lebih banyak lagi, tetapi kalau tidak, dia mungkin akan sedikit menunjukkan muka yang agak cuek. Nah kalo gitu, kita kira-kira hal apa yang bisa buat dia jadi tertarik, kalo kita liat dia tertarik, tanyakan hal yang jawabannya bukan ya atau tidak lagi, tanyakan hal yang jawabannya merupakan essay singkat. Misalnya “Saya sih sebenarnya OK-OK ajah sama RUU itu, tapi memang ada beberapa hal yang masih saya kurang paham, menurut anda bagaimana?” Nah kalo dia tertarik dia bakal jawab dengan senang pertanyaan itu, kalo gak dia bakalan jawab “nggak tahu”. Kalo udah gitu, ganti topik aja yang menarik.

Jangan bicarakan diri sendiri, misalnya “Eh, saya kemarin ke depok lho”, “eh, saya beli baju baru lho”, dan lain-lain yang kesannya kita itu sombong dan sok pamer. Nah kita sebaiknya belajar untuk dapat memancing ucapan orang lain, misalnya “Eh, saya kemarin beli motor supra X, tapi katanya lagi murah tuh”, nah nanti bakalan dijawab ama dia, kita dengerin aja deh apa kata dia balasannya, setelah selesai bicara, baru kita timpalin lagi. Kalo bisa kita bicarakan tentang lawan bicara kita, tentang seberapa rapinya dia hari ini, seberapa cerahnya dia hari ini, atau hal lain yang kiranya dapat membuat dia merasa diperhatikan, kalaupun kita ingin mengkritik, sampaikan dengan cara yang sopan, misal “hari ini baju kamu bagus, tapi kayaknya lebih mantap kalo warna baju dan celananya dibuat seragam aja, biar matching”, dan ditutup dengan tertawa atau senyum ramah. Wah, dia pasti bakalan berterima kasih telah diingatkan dan diperhatikan tentunya.

5. Perhatikan lawan bicara kamu saat berkomunikasi dengan dia, hadapkan tubuh kamu langsung ke dia, atau paling tidak conding menghadapnya. Pandangi dia dengan konsentrasi dan tidak membiarkan mata kita bersliweran ke mana-mana yang kesannya kita tidak memperhatikan apa yang dia ucapkan. Kalaupun kita tidak mau memandangnya langsung, hadapkan pandangan kita fokus ke satu titik, agar terlihat kita sedang konsentrasi mendengarkannya.

Untuk memandang langsung, pandangan yang baik itu tidak langsung memandang ke matanya, selain mungkin bisa menularkan penyakit seperti bintitan dan katarak (ngga deng), =P, memandang mata langsung juga akan membuat kita terlihat sedang menantangnya. Pandang saja bibir atau mulutnya, atau hidungnya, tapi jangan terkesan kita sedang mencurigai ada apa itu di mulutnya, tapi kesan yang kita tampilkan adalah kita memang sedang memandang seseorang. Pandang dengan sepenuh hati dan tulus.

Temen gua sendiri pernah tuh bilang dia gak berani mandang orang, yang akhirnya dia keliatannya nyuekin lawan bicaranya, yang gua sendiri kalo lagi ngomong ama dia itu keliatan sedang dicuekin gitu. Permasalahan utama yang terjadi adalah karena dia memandang langsung ke arah mata lawan bicaranya itu, yang mengakibatkan dia jadi grogi sendiri. Gua sendiri dulu pernah kayak gitu, yang akhirnya membuat gua bicara selalu tunduk ke bawah karena malu, tapi sekarang gua usahain mandang langsung ke orangnya, tapi nggak ke matanya, ke bibirnya. Coba deh sendiri, kamu mandang orang lain ke bibirnya, orang lain akan merasa kamu memandang dia langsung ke matanya namun dengan pandangan mata yang lebih bersahabat, ciee…

6. Pergunakan bahasa tubuh yang tepat. Hati-hati dengan bahasa tubuh yang kita gunakan. Saat bicara dengan orang lain hindari sikap tubuh yang kaku, seperti telapak tangan yang mengepal dan sikap tubuh yang tertutup. Kesemuanya itu adalah sikap kita memproteksi diri dari dunia luar dan mungkin siap melawannya. Sikap yang baik adalah posisikan tubuh serelaks mungkin dan biarkan tubuh kita bersikap terbuka, biarkan telapak tangan terbuka ke atas, tubuh tidak ditutupi dengan tangan secara langsung, seperti menyilangkan tangan di dada, bertelakpinggang, memegang mulut, memegang hidung atau menutupi bagian wajah yang lainnya. Yang paling penting mungkin bagian wajah, kita jangan berusaha menutupi bagian wajah tertentu dengan anggota badan kita yang lain atau barang-barang yang ada di sekitar, karena kita akan terkesan menyembunyikan sesuatu, atau bahkan kita akan dianggap berbohong. Memang kesemuanya tidak dapat dipahami secara langsung, namun alam bawah sadar lawan bicara kita akan mampu menangkapnya dan akan bertindak sesuai insting, seperti perasaan aneh, curiga, dan nggak enak gitu, dan tentu akan lebih sulit membuat lawan bicara kita mempercayai apa yang kita ucapkan.

Intinya sikap tubuh santai mutlak diperlukan untuk dapat menciptakan hubungan baik dengan orang lain.

7. Hal terakhir adalah kegigihan. Kita sebenarnya dikelilingi oleh laboratorium gratis tempat kita dapat meneliti perilaku manusia. Yang kita perlu lakukan hanyalah mengamati dan mencoba berhubungan dengan manusia lain. Banyak pengalaman yang akan kita dapatkan. Pendewasaan diri pun akan kita dapatkan.

Jangan terlalu mudah tersinggung misalnya nanti kita bicara dengan orang, orang lain itu merasa jengkel dan akhirnya marah pada kita. Kita harus terus berpikir bahwa niat kita baik, dan paling nggak kita udah berusaha berbuat baik, terserah lah apa ucapan orang lain kepada kita OK. Dan juga gak usah mikirin bagaimana orang lain menganggap kita, itu akan sia-sia, berbuat saja yang terbaik, orang lain pasti akan menghargainya tidak peduli siapa yang melakukannya. Gak usah mikirin hal-hal buruk yang mungkin dipikirkan orang lain terhadap kita, PD ajah lagi.. ^_^

==================================================================

Mungkin itu saja 7 tips yang bisa gua sampein ke lu semua. Silahkan dipraktekkan dan lihat perubahan yang terjadi. Kegagalan itu adalah saat kita berhenti mencoba, jadi, tak ada kata berhenti.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: